Postingan

Ustaz Hanan Atta(c)ki yang Pernah Kena Attack

Beberapa saat yang lalu, kalau hari boleh dikatakan sebagai saat, dunia digemparkan oleh statemen ustaz muda gaul panutan para remaja, yakni Ustaz Hanan Attaki yang mengatakan bahwa salah satu ciri wanita salihah itu kurang dari 55 kg. Wajar muncul berbagai kecaman dari netizen yang mendapat hidayah sebagai makhluk yang mahabenar atas segala argumennya. Saya tidak tahu, semoga dugaan saya salah, sekali lagi semoga dugaan saya salah, kebanyakan dari yang nyinyir itu adalah kalau gak yang, maaf, berat tubuhnya lebih dari 550 newton (dengan asumsi g=10 meter persekon kuadrat) ya jelas kaum haters. Eh bukan haters ding, tapi kaum selo. Saya minta maaf sebelumnya. Jadi setelah ini kalau saya dikecam oleh netizen yang mahabenar atas segala spekulasinya, saya sudah ada permintaan maaf. Di sini saya tidak akan membela mas ustaz tersebut karena saya bukan pengacara beliau. Saya juga tidak akan menyerang bro ustaz tersebut karena saya juga bukan pengacara pihak lawan beliau. Di ...

Tidak Perlu Memberantas Koruptor, Ini Cara Simpel Membuat Dunia Menjadi Lebih Baik

Di tengah hebohnya perseteruan siapa pencetus istilah “syantik”, kasus Afifah yang jijik kepada Mas Aris, dan polemik susu kental manis yang tidak mengandung susu, lewat tulisan singkat ini saya akan mengungkapkan tentang bagaimana sih membuat dunia menjadi lebih baik. Memang dunia sudah cukup baik dengan adanya ketampanan Saya. Abaikan. Namun, menjadi lebih baik lagi adalah sesuatu yang bisa dan baik untuk terus dilakukan. Awalnya, mari kita telaah kata-kata  “lebih baik” di sini. Seperti halnya 100,0000001 yang tetap dikatakan lebih banyak daripada 100, lebih baik pun demikian. Dunia yang lebih baik tidak harus ditandai dengan hal-hal yang besar seperti semua koruptor hilang, peperangan lenyap dari dunia, internetan tidak dibatasi kuota, saya memiliki istri empat, ups, dan hal-hal besar lainnya.  Sekecil apapun suatu hal, selama itu baik, tentu akan membuat dunia menjadi lebih baik. Sebagai contoh nih, Saya sedang naik motor sambil nyanyi lagu iklan Ramaya**, eh tib...

Buka Bersama Bukan Wacana Forever

Gambar
Tidak terasa bulan Ramadhan segera pergi lagi. Banyak sekali hal-hal yang sudah terlewati, salah satunya adalah kegiatan khas selama bulan puasa, yakni buka bersama. Selama Ramadhan tahun ini, ada empat buber yang saya ikuti, yakni buber Teater Terjal FIB, jurusan Sastra Indonesia angkatan 14, teman SMA kelas 12, dan belum lama ini adalah buber teman SMA kelas 11. Buber Teater Terjal diadakan hanya beberapa hari setelah Ramadhan tiba. Acara dilaksanakan cukup sederhana, beralaskan rumput lembah UGM dan beratapkan langit bertabur bintang, kami membawa makanan masing-masing dan digelar di tengah lingkaran untuk disantap bersama-sama. Sayang, kami tak sempat mengambil gambar karena terlalu asyik larut dalam kesederhanaan. Beberapa minggu setelahnya, giliran buber jurusan menyerang. Menurut saya, buber ini adalah yang paling berkesan. Bagaimana tidak, angkatan kami yang sudah tergolong angkatan bangkotan sudah jarang sekali bertatap muka. Ada yang sibuk skripsi, ada yang sibuk gak...

Belajar dari Belajar

Menyikapi sifat dasar manusia yang tidak pernah merasa puas, dalam bahasa pun demikian. Maka dari itu, lahirlah istilah imbuhan dengan masih dipertanyakan siapa ibunya, siapa suaminya, dan apakah suaminya ketutupan logo stasiun tv swasta atau tidak. Sering kita dengar berbagai kalimat-kalimat bijak menggunakan kata belajar. Belajarlah selama 9 tahun. Belajarlah dari pengalaman. Belajar tidak mengenal usia. Namun, tahukah Anda bahwa belajar juga bisa dari kata belajar itu sendiri? Cie sendiri. Saya juga lho. Mau? Tidak percaya? Bagus, jangan mudah percaya.  Apalagi sekarang sedang maraknya kasus hoax. Begini nih. 1. Ceritanya imbuhan ber- itu memiliki 3 kagebunshin, yakni be-, ber-, dan bel-. Mereka bertiga anak yang baik, tidak suka mencuri timun, apalagi timun miliknya sendiri. Si be- ini memiliki beberapa  pasangan, yaitu kata yang huruf kedua dan ketiganya adalah e dan r, seperti ternak atau kerja. Permen tidak termasuk ya. Aneh memang bahasa ini. Lha, si ber- ...

TALKSHOW KOPLOW episode Jomblo Muda Berbakat

PROFIL Nama                                  : Karyudin Jompi Bialo (Karyudin Jomblo) Tempat, tanggal lahir            : Lahir di Kesendirian, 4 Februari 1987 Prestasi                      :  -Pemenang “Jomblo Award” kategori jomblo muda berbakat selama 3   tahun berturut-turut   -Juara 1 lomba jomblo menyaksikan 100 pasangan yang sedang pacaran                        Abang Goda Selamat pagi Mas Karyudin! Mas Kar          Selamat pagi juga, Mas Goda. Abang Goda    Maaf, panggil saja Abang Goda. Soalnya saya lebih ke tipe abang-abang daripada mas-mas. Hehe. Mas Kar      ...

Cara Cari Jodoh ala Pagar Kehidupan

Gambar
Hari ini saya mendengarkan sebuah video di youtube dari channel Pagar Kehidupan dengan tema yang sangat menarik, yakni “Seperti Apa Sih Jodoh yang Tepat Untuk Saya?” Waduh, ada kata “jodoh” itu membuat saya agak gimana-gimana gitu. Kayak gatel gitu. Karena menurut saya hal ini adalah hal yang sangat menarik mengingat saya juga belum nemu-nemu jodoh saya, saya pun mendengarkan dengan penuh seksama. Hasilnya, memang menarik. meski belum saya coba, namun mungkin setelah baca ini teman-teman bisa mempraktikkan dan membuktikan apakah ini benar atau tidak. Jadi seperti apa jodoh yang tepat untuk kita? Jadi menurut Mas Arian Surya a.k.a. motivator keren di Indonesia, atau biasa mengenalkan dirinya dengan sahabat baik Pagar Kehidupan, ada 2 cara untuk mengetahui apakah orang yang kita “tembak” atau “incar” benar-benar jodoh kita atau bukan. Jodoh yang dimaksud ini adalah suami/istri ya, bukan sekedar pacar, atau teman tapi mesra. Cuma dua ya, gak banyak-banyak. Apa saja? 1. Dia ma...

Kupas (Tidak) Tuntas Cuci Piring, Nomor 5 Bikin Kaget

Gambar
Sumber: https://akuinginhijau.files.wordpress.com/2010/03/washingdishes-s.jpg Masak...masak sendiri... Makan...makan sendiri... Cuci baju sendiri... Tidur pun sendiri... (Gak ada cuci piring ya? hehe...) Cuci piring. Banyak orang memandang sebelah mata tentang kegiatan kebersihan yang satu ini. Padahal, dilihat dengan sepenuh mata pun pekerjaan ini tetap saja, piringnya tidak jadi piring terbang atau airnya menjadi air sirup. Ada pepatah mengatakan “tak kenal maka tak sayang”. Apa hubungannya? Tidak ada. Intinya, tidak semua hal harus berhubungan, termasuk dua insan yang saling mencinta. Apasih. Jika beberapa waktu lalu ada tulisan tentang Burjo yang terinspirasi tulisan tentang burjo yang dimuat di sebuah media online, maka saat ini saya menulis berdasarkan tulisan yang terinspirasi tersebut. Ya mencuci piring. Awalnya saya juga memandang rendah pekerjaan ini. Namun KKN saya ternyata benar-benar menghasilkan hasil, ya iyalah. Setelah hampir dua bulan saya mencuci ...

Akad Nikah

Bila nanti saatnya telah tiba Kuingin kau menjadi istriku Berjalan bersamamu dalam terik dan hujan Berlarian ke sana ke mari dan tertawa Rasanya tak asing dengan lirik lagu tersebut karena saat-saat ini sedang booming lagu tersebut. Buat yang belum tahu saja, lagu tersebut berjudul Akad dibawakan oleh Payung Teduh yang kebanyakan lagunya memang membawa suasana teduh. Tidak tahu kenapa di saat sedang booming lagu akad, hari-hari di bulan Agustus-September ini banyak sekali orang yang menikah. Entah hal ini memang biasa atau saya saja yang tidak tahu kalau bulan-bulan yang lain tetap banyak yang menikah. Dari kakak tingkat hingga saudara saya pun ada yang nikah. Awalnya saya kira hanya mereka saja. Tetapi, setelah saya mencoba mengaktifkan diri di media sosial, eh kok teman-teman yang lain banyak yang upload foto kondangan.  Tembakan demi tembakan "Kapan nyusul?" mulai menyerang. Di saat sini sedang pusing-pusingnya mikir skripsi, eh ini malah dibuat tambah p...

Keluarga Pemain Mentari Terbenam di Balik Tilam

Gambar
16 Mei 2017 bukanlah hari yang biasa. Hari itu adalah hari spesial karena ada malam puncak etnika fest, sebuah acara dua tahunan FIB UGM dengan tema Zaman Edan. Puncak acara tersebut adalah pementasan teater berjudul Mentari Terbenam di Balik Tilam yang disutradarai oleh Muhammad Lutfi Dwi Kurniawan. Sebagai salah satu pemain di pementasan tersebut, saya ingin sedikit menceritakan kesan saya terhadap pemain lainnya yang menjadi rekan proses saya selama tiga bulan. Dari tidak kenal menjadi teman kental. Dari orang asing menjadi orang asik. Dari dulu aku sendiri. Halah. Terlepas dari tragedi benda raksasa melayang di jalanan seperti dalam permainan PS1 Pepsiman, saya pikir hari itu cukup baik. Yah, hanya sedikit lecet bersarang pada tubuh ini. Untung saya masih bisa pentas. Ya, pagi hari sebelum pentas saya mendapat sebuah kecelakaan kecil di jalan raya. Barang cukup besar yang terbuat dari triplek yang dibawa mobil di depan saya tiba-tiba melayang dan hampir saya tabrak. Rasanya ji...

Malaikat Jalanan

Setelah lama sekali blog ini didiamkan hingga sarang laba-laba mulai menempeli sudut kamar saya, akhirnya saya diberi kesempatan untuk menulis lagi. Beberapa malam yang lalu, kira-kira tiga puluh malam yang lalu, beberapa jam sebelum saya mengakhiri hari itu, saya mendapat kejadian yang mungkin tidak biasa. Motor saya yang awalnya aman-aman saja tiba-tiba mogok jalan tapi tidak sambil bawa papan, bahasa asiknya blebet. Jadi fenomena itu adalah ketika motor bisa nyala, tetapi saat digas eh mati. Lucu kan ya. Karena waktu itu malam sudah hampir larut, saya mengalami kesulitan mencari bengkel yang masih buka (yang kata orang mungkin sudah tidak ada yang buka). Tanpa putus asa terlebih dahulu, saya mencoba mendorong motor saya mencari siapa tahu ada secercah cahaya dari sebuah lampu bengkel yang masih buka. Namun, setelah menuntun motor kira-kira satu kilometer saya belum menemui apa-apa. Di saat peluh mulai menetes dari dahi saya, seorang mbak-mbak berhenti sejenak dan memberi ta...

Sahabat Sejati

Diceritakan ada sepasang sahabat, tukang tahu dan tukang roti. Tukang tahu suka membuat tahu, tukang roti suka membuat roti, tukang masalah suka membuat masalah, pegadaian mengatasi masalah tanpa masalah. Sudah sejak lama mereka berkawan. Sayang, opo kowe krungu jerite atiku. Eh, sayang, mereka memiliki bentuk tubuh bagai bumi dan langit. Tukang tahu memiliki badan yang gemuk seperti gajah bengkak dan tukang roti memiliki badan yang kurus seperti belalang yang badannya kurus seperti belalang. Nah lo. Suatu hari tukang roti dikeroyok warga karena diduga menjual roti yang basi. Syukurlah, ketua RT segera datang dan menengahinya. Setelah diusut, ternyata rotinya bukan roti basi, hanya saja ada orang iseng yang memberi racun di rotinya agar dagangannya tidak laku. Penjual roti dirawat di rumah sakit karena mengalami luka yang cukup serius. Kepalanya memar, tangan kanannya terkena sayatan pecahan kaca, organ dalamnya mengalami pendarahan cukup parah, dan di punggungnya masih terlih...