Tidak Perlu Memberantas Koruptor, Ini Cara Simpel Membuat Dunia Menjadi Lebih Baik

Di tengah hebohnya perseteruan siapa pencetus istilah “syantik”, kasus Afifah yang jijik kepada Mas Aris, dan polemik susu kental manis yang tidak mengandung susu, lewat tulisan singkat ini saya akan mengungkapkan tentang bagaimana sih membuat dunia menjadi lebih baik. Memang dunia sudah cukup baik dengan adanya ketampanan Saya. Abaikan. Namun, menjadi lebih baik lagi adalah sesuatu yang bisa dan baik untuk terus dilakukan.

Awalnya, mari kita telaah kata-kata  “lebih baik” di sini. Seperti halnya 100,0000001 yang tetap dikatakan lebih banyak daripada 100, lebih baik pun demikian. Dunia yang lebih baik tidak harus ditandai dengan hal-hal yang besar seperti semua koruptor hilang, peperangan lenyap dari dunia, internetan tidak dibatasi kuota, saya memiliki istri empat, ups, dan hal-hal besar lainnya. 

Sekecil apapun suatu hal, selama itu baik, tentu akan membuat dunia menjadi lebih baik. Sebagai contoh nih, Saya sedang naik motor sambil nyanyi lagu iklan Ramaya**, eh tiba-tiba terlihat ada sebuah kerikil agak besar diam bergeming di tengah jalan. Karena takut nanti akan membuat pengendara lain terpeleset, saya buang tuh kerikil. Akhirnya, pengendara lain pun selamat sampai rumah, bertemu dengan keluarga, dan hidup bahagia selamanya. Cie.

Memang hal sepele itu tidak membawa perubahan yang besar terhadap perputaran roda kehidupan dunia. Namun, hal tersebut tetap menambah kebaikan di dunia, meski jika dikonversi sebagai angka hanya bernilai 0,00001. Lalu bagaimana agar si 0,00001 tadi menjadi signifikan? Faktor kali jawabannya. Bayangkan jika satu orang melakukan 10 saja kebaikan kecil dalam satu hari, maka dalam satu tahun sudah ada 3.650 kebaikan di dunia ini. Itu baru satu orang. Tahukan berapa jumlah penduduk di dunia ini? Anggap saja seratus juta, meski pasti lebih banyak. Itu artinya, dalam satu tahun akan ada 365.000.000.000 kebaikan. Nah lo, banyak kan?

Jadi, sebenarnya membuat dunia lebih baik itu mudah. Semuanya dimulai dari yang kecil dan dari diri sendiri. Kalau saya sih, dia menjadi milik saya saja sudah membuat dunia ini jauh lebih baik. Ecie...


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Jangan Menilai Buku dari Penjualnya

ADA APA DENGAN LAGU 'BALONKU'?

Pertemuan Istimewa dengan Dia