(KKN Life ep. 2)~KKN~
*FYI, K-nya udah bener.
Haruskah sehitam itu pengetahuan awal saya mengenai KKN?
Ternyata tidak. Di balik kondisi yang sangat “black” tersebut, ternyata ada juga “pink” di dalamnya. Hit you with that ddu ddu ddu. Beliau bersaksi bahwa ada teman laki-lakinya yang selalu membawa bantal unyu untuk memberikan ketenangan lahir dan batin. Apakah nasib saya akan sama? Entahlah.
Seperti yang telah saya katakan di tulisan sebelumnya, saya adalah seorang introvert cabang plegmatis. Ingat ya, introvert bukan berarti pendiam dan pemalu karena tak sedikit juga introvert yang malu-maluin.
Introvert hanyalah ‘bawaan’ yang membuat energi seseorang akan terkuras ketika berada di keramaian dalam waktu yang cukup lama. Jadi, ketika Anda sedang jalan-jalan di pasar malam dan tiba-tiba ada seorang yang tergeletak lemas sembari berkata “Aku tak sanggup lagi. Aku sudah berakhir.” kemungkinan dia adalah seorang introvert.
Alhamdulillah, saya bukan tipe introvert seperti contoh di atas. Biasanya ketika saya sudah cukup lelah dengan keramaian, saya akan mundur alon-alon alias menghilang perlahan karena saya takut tiba-tiba saya menjadi lemas dan tanpa sadar berkata “Aku tak sanggup lagi. Aku sudah berakhir.” Abaikan.
Menjalani KKN artinya akan berinteraksi dengan banyak orang dalam waktu yang lama, entah itu teman sekelompok ataupun warga. Artinya lagi, saya harus siap terkuras energi ketika menjalani hal ini.
Saya takut bercampur tampan. Namun, saya teringat seorang motivator pernah berkata, “Jadikan masalahmu sebagai tantangan. Hadapi dengan semangat!” Saya tidak tahu motivator mana yang mengatakan hal tersebut. Namun, karena kalimat tersebut merupakan kalimat motivasi, saya yakin yang mengatakan pasti motivator.
Menurut saya, KKN bagi seorang introvert seperti saya adalah seperti bermain game dalam level “God Mode” alias susah-susah gak gampang.
Haruskah sehitam itu pengetahuan awal saya mengenai KKN?
Ternyata tidak. Di balik kondisi yang sangat “black” tersebut, ternyata ada juga “pink” di dalamnya. Hit you with that ddu ddu ddu. Beliau bersaksi bahwa ada teman laki-lakinya yang selalu membawa bantal unyu untuk memberikan ketenangan lahir dan batin. Apakah nasib saya akan sama? Entahlah.
Seperti yang telah saya katakan di tulisan sebelumnya, saya adalah seorang introvert cabang plegmatis. Ingat ya, introvert bukan berarti pendiam dan pemalu karena tak sedikit juga introvert yang malu-maluin.
Introvert hanyalah ‘bawaan’ yang membuat energi seseorang akan terkuras ketika berada di keramaian dalam waktu yang cukup lama. Jadi, ketika Anda sedang jalan-jalan di pasar malam dan tiba-tiba ada seorang yang tergeletak lemas sembari berkata “Aku tak sanggup lagi. Aku sudah berakhir.” kemungkinan dia adalah seorang introvert.
Alhamdulillah, saya bukan tipe introvert seperti contoh di atas. Biasanya ketika saya sudah cukup lelah dengan keramaian, saya akan mundur alon-alon alias menghilang perlahan karena saya takut tiba-tiba saya menjadi lemas dan tanpa sadar berkata “Aku tak sanggup lagi. Aku sudah berakhir.” Abaikan.
Menjalani KKN artinya akan berinteraksi dengan banyak orang dalam waktu yang lama, entah itu teman sekelompok ataupun warga. Artinya lagi, saya harus siap terkuras energi ketika menjalani hal ini.
Saya takut bercampur tampan. Namun, saya teringat seorang motivator pernah berkata, “Jadikan masalahmu sebagai tantangan. Hadapi dengan semangat!” Saya tidak tahu motivator mana yang mengatakan hal tersebut. Namun, karena kalimat tersebut merupakan kalimat motivasi, saya yakin yang mengatakan pasti motivator.
Menurut saya, KKN bagi seorang introvert seperti saya adalah seperti bermain game dalam level “God Mode” alias susah-susah gak gampang.
Komentar
Posting Komentar