ADA APA DENGAN LAGU 'BALONKU'?

          Suatu hari saat sedang melihat anak kecil yang sedang bermain dengan penuh kesenangan, kegembiraan, kenyamanan, kesempurnaan cinta, tiba-tiba saya tidak terbayang akan sebuah balon. Tapi organ wicara saya dengan sendirinya (cie sendiri, kayak orangnya) menyanyikan lagu balonku ada lima. Awalnya sih biasa-biasa saja, tapi kok lama-lama gak sebentar ya? Lama-lama kayak ada rasa curiga gitu dengan lirik lagu tersebut. Akhirnya saya memutuskan untuk merenung, mencari-cari makna lagu tersebut. Jangan-jangan lagu itu memiliki pesan yang luar biasa, melebihi pesan-pesan yang lain seperti pesan antar, pesan tren, dan juga pe pesan kosong. Oke abaikan. Beginilah hasil renungan saya yang membuat air mata saya tidak menetes saat memikirkan lagu tersebut. Sebelumnya saya sertakan lirik lagunya dulu, kalau-kalau banyak yang lupa liriknya.   

Balonku ada lima rupa-rupa warnanya 
Hijau, kuning, kelabu, merah muda, dan biru 
Meletus balon hijau DERR 
Hatiku sangat kacau 
Balonku tinggal empat 
Kupegang erat-erat 

          Hal pertama yang membuat saya curiga adalah kata ‘balon’. Iseng-iseng saya mencari filosofi balon di google. Memang banyak pendapat tentang balon, tapi saya berusaha menyimpulkan sendiri. Jadi, hidup kita ini seperti balon. Balon itu akan berfungsi dan terlihat indah saat diisi angin. Tanpa diisi angin, balon gak berarti apa-apa, paling-paling cuma buat bahan terompet, dan itu bukan fungsi yang diinginkan oleh penciptanya. Begitu juga hidup. Hidup kita ini harus terus kita isi. Isinya apa Kak? Isinya adalah kebaikan-kebaikan. dengan begitu, balon kita akan mengembang dan terlihat indah. Tapi hati-hati ya, balon jangan sampai lepas. 
          Nah, hal lain yang membuat saya curiga adalah pemilihan kelima warna dari sekian banyak warna yang ada. Setelah saya gunakan jurus OAM (Otak Atik Mathuk), kelima warna itu mewakili sesuatu yang ada dalam hidup kita.

1. Warna hijau mewakili tumbuhan di dunia ini. Sebagai makhluk hidup yang baik dan benar, untuk bertahan hidup kita butuh bernapas. Untuk bernapas kita butuh oksigen. Lha!!! Oksigen ini ada karena proses fotosintesis yang dilakukan oleh tumbuhan. Itu berarti tumbuhan itu bagian dari hidup kita. Tanpanya kita mah apa, cuma remah rempeyek dalam kaleng Khong Guan. 

2. Warna kuning menyimbolkan cahaya. Cahaya di sini mengacu pada matahari. Balik lagi ke poin pertama, ternyata proses fotosintesis itu memerlukan cahaya matahari. Percaya gak? Pasti enggak. Berarti tanpa cahaya matahari, oksigen gak bakal ada dong. Buah pepaya buah kedondong, ya iya dong. Matahari juga membuat penghuni bumi merasakan hangat. Tapi apalah artinya hangatnya sinar mentari kalau masih jomblo dan gak ada yang memberi kehangatan. Abaikan. Matahari juga dapat memenuhi kebutuhan hidup kita seperti pakaian dan bahan pangan. Apalagi sekarang Matahari sudah buka cabang. Wqwq.

3. Warna kelabu adalah lambang dari ketidakpastian. Hal yang tidak pasti atau samar-samar sering kita sebut sebagai hal yang abu. Memang, diakui atau tidak, hidup kita ini penuh ketidakpastian. Ada kemungkinan-kemungkinan yang bisa terjadi. Sekarang kita orang biasa-biasa saja, bisa saja beberapa saat lagi kita berubah jadi orang yang luar biasa. Sekarang kita kaya, bisa saja beberapa tahun lagi kita berubah menjadi orang yang sangat kaya. Ketidakpastian ini mengajak kita untuk berserah diri kepada yang di atas (jangan nengok ke atas). Tuhan memberikan ketidakpastian kepada kita agar kita terus melakukan yang terbaik. Untuk hasil mah terserah Dia. Nb: Jodoh juga tidak pasti lho. Salah satu yang pasti itu adalah pasar hewan dekat ringroad selatan Bantul. 

4. Warna merah muda melambangkan cinta. Waduh, pasti semangat nih kalau ngomongin cinta. Cinta di sini ada tiga macam, cinta kepada Tuhan, kepada manusia, dan kepada makhluk lainnya. Sebagai manusia yang baik, sudah menjadi keharusan memiliki ketiga cinta itu. Dengan cinta, segala yang sulit menjadi mudah, segala yang jauh menjadi dekat, segala yang negatif menjadi positif, segala berbulu domba menjadi ganteng-ganten segala. Abaikan. Intinya cinta itu penting dalam hidup. Tanpa ada cinta, harmoni kehidupan takkan pernah ada. Wesyeh. 

5. Warna biru mengacu pada air. Kita bisa bertahan tanpa makan tetapi tetap minum, tetapi tidak dengan sebaliknya. Lebih dari 50% tubuh kita terdiri dari air. Air sudah merupakan bagian dari hidup kita. Sayangnya, sumber ‘bagian dari kehidupan kita’ ini sudah mulai tercemar. Lihat noh, sungai-sungai dan lautan. Jijik banget deh.  Eh, bro, air kan bening ya? bukan biru. Ya anggap saja airnya sedang ditaruh di tempat berwarna biru.

          Nah, itulah kelima hal yang ada dalam hidup kita. kita wajib menjaga lima balon itu agar benar-benar menjadi manusia yang baik. Lalu, di baris selanjutnya, si tokoh aku mengalami sebuah musibah, yaitu meletusnya si balon hijau. Yok, balik lagi ke poin satu. Mengerti? Ya, seperti yang kita lihat, tumbuhan di dunia ini sudah mulai rusak. Hutan dibakar untuk perluasan lahan. Pohon ditebang untuk kepentingan industri, area hijau diganti dengan keramik-keramik mewah. Duh duh duh, alhasil banjir ada di mana-mana, global warming terjadi, cuaca kian tidak menentu, hati jadi sering panas, udara bersih jadi susah ditemui, dan masalah-masalah lainnya. Saya tidak tahu apakah pencipta lagu balonku itu seorang peramal atau bersahabat dengan doraemon yang memiliki mesin waktu. Yang jelas, ‘meletus balon hijau’ benar-benar terjadi dan dunia menjadi kacau. 
          Bagian terakhir dari lagu tersebut adalah ‘balonku tinggal empat, kupegang erat-erat’. Tidak perlu banyak analisis blab la bla. Yang jelas kalimat itu mengingatkan kita pada suatu pepatah yang berbunyi DEERRRRR!!!. Eh salah. Kalimat itu mengingatkan kita pada suatu pepatah yang berbunyi “kita tidak akan pernah tahu arti memiliki sebelum kita merasakan kehilangan”.  Yok, jaga balon-balon kita. 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Jangan Menilai Buku dari Penjualnya

Pertemuan Istimewa dengan Dia