Freelance yang Tidak Free

Sudah cukup lama saya tidak mengupdate blog yang sudah agak lusuh ini setelah terakhir saya memposting mengenai suka duka menjadi seorang cat lover yang memang sengaja belum saya teruskan karena menunggu saat yang tepat. 

Tiga bulan terakhir, terhitung sejak bulan Desember 2018, saya iseng-iseng mendaftarkan diri sebagai penulis artikel di sebuah jasa artikel, yakni Beryl Writer. Sebenarnya pada Februari 2018 saya pernah bergabung ke sana, namun setelah satu bulan saya memutuskan untuk resign karena saya belum mampu membuat artikel dengan kejaran deadline setiap hari.

Desember tahun lalu, saya mencoba mendaftarkan diri lagi mengingat saya melihat lowongan sebagai penulis di sana. Waktu saya hendak menanyakan mengenai lowongan tersebut, Mbak Mendy, bisa dikatakan pemimpin penyedia jasa tersebut, langsung menyuruh saya langsung kerja, tanpa tes. Sebuah kehormatan bagi saya, namun sebagai orang yang tampan, saya tetap menawarkan untuk menjalani tes terlebih dahulu.

Sudah tiga bulan saya menjadi penulis di Beryl Writer, semakin saya dapat menghadapi apa itu deadline. Dalam satu hari, minimal saya harus menyetor artikel sebanyak 1000 kata. Dari sini, saya mulai mempertanyakan apakah freelance tidak sepenuhnya free?

Ternyata iya. Jika Anda membaca beberapa artikel yang mengulas tentang enaknya kerja freelance yang digembor-gemborkan dapat bekerja bebas, itu sama sekali salah. Mereka tidak mengatakan kenyataan-kenyataan pahit yang dihadapi. Menurut saya, istilah free dalam kata freelance hanya sebatas tempat dan waktu. Waktu yang dimaksud itupun bukan berarti seenaknya, namun tetap terikat deadline.

Sebenarnya saya tidak mempermasalahkan tentang deadline yang diberikan. Saya tahu saya ini tipe orang deadliner, yaitu orang yang tidak akan mau bergerak atau mengeluarkan seluruh kemampuan sampai datang masa-masa deadline. Oleh karena itu, saya merasa cocok dengan pekerjaan, eh kegiatan penulis artikel freelance ini karena setiap hari saya kena deadline, yang artinya juga setiap hari saya harus bergerak.

Jika Anda mungkin juga seorang deadliner, saran saya, saran lho ya, cuma saran nih, cari pekerjaan atau kegiatan yang ada deadlinenya setiap hari. Itu akan benar-benar memaksa Anda. Saya tahu Anda rindu kebebasan, namun kebebasan ada batasnya, yakni deadline. Haha.

Ya, mungkin tulisan ini tidak memiliki kerangka yang jelas, karena jujur saya mengetik ini di sela-sela saya sedang mengerjakan tugas dan dikejar deadline. Btw ini tulisan saya ketik dalam waktu lima menit saja lho. Hebat kan? Pasti enggak. Kapan-kapan akan saya sampaikan mengenai pengalaman saya bertugas di Beryl Writer yang mungkin Anda akan terkaget-kaget.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Jangan Menilai Buku dari Penjualnya

ADA APA DENGAN LAGU 'BALONKU'?

BERKADAL