(ASBAK) Kuliah di Sasindo Belajar Apa?

          Beberapa waktu yang laluuu saya pernah menulis tulisan yang berjudul ASBAK (Anak Sastra Belajar Apa Kak?) Nah, sepertinya inilah saat-saat yang tepat untuk memulai tulisan tersebut. Jadi inti dari ASBAK adalah memberikan gambaran-gambaran kepada teman-teman yang penasaran nih jurusan Sastra Indonesia itu belajar apa saja. Apa yang akan saya tulis ini berdasarkan pengalaman saya saat belajar di jurusan Sastra Indonesia UGM. Yang jelas anggapan bahwa kuliah di jurusan Sastra Indonesia hanya belajar menulis dan membaca bisa saya katakana tidak benar.
          Untuk permulaan, saya akan mengungkapkan sedikit dulu ya. Jadi di jurusan Sastra Indonesia ada 3 konsentrasi yang akan dan harus diambil oleh mahasiswa. Apa saja itu? Mereka adalah linguistik, sastra, dan filologi. Tulisan ini akan memberikan gambaran besar tentang ketiga itu.
       Linguistik atau ilmu bahasa mempelajari seluk beluk tentang bahasa, baik internal maupun eksternal. Internal bahasa meliputi fonologi, morfologi, sintaksis, semantik, dan pragmatik. Sedangkan eksternal bahasa meliputi hubungan antara bahasa dengan ilmu lain seperti psikolinguistik, sosiolinguistik, etnolinguistik, dan lain-lain. Nanti akan ada saatnya kok pembahasan itu.
        Sastra, ya seperti namanya, adalah mempelajari seluk beluk tentang sastra. Nah, di UGM ini jangan berpikir akan diajari tips menulis cerpen, kiat-kiat menerbitkan buku, dan lain-lain karena yang diajarkan adalah lebih bersifat teori. Jadi fokus di Sasindo UGM ini adalah bukan menjadi penulis, tapi menjadi kritikus sastra. 
       Lha yang ketiga ini mungkin agak asing di telinga, mata, dan pikiran teman-teman. Filologi adalah ilmu yang mempelajari tentang naskah-naskah kuno. Contoh naskah tersebut adalah hikayat, cerita wayang, cerita yang tulisannya masih huruf arab, dan lain-lain. FYI ya, di jurusan Sasindo, topik skripsi tentang filologi sangat jarang karena suatu alasan. Jadi jika ada yang mengambil skripsi tema filologi, pasti orang itu akan dipuja-puja karena dianggap kuat.
        Nah sekian dulu, jadi inti dari tulisan ini adalah kuliah di Sasindo itu belajar bahasa, sastra, dan filologi. Yes. Sampai jumpa pada ASBAK selanjutnya.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Jangan Menilai Buku dari Penjualnya

ADA APA DENGAN LAGU 'BALONKU'?

Pertemuan Istimewa dengan Dia