MALAM SERIBU BULAN?
Wah, tidak terasa ya sudah memasuki masa-masa akhir Ramadan. Huhuhu syedih :). Eh salah emot. Namanya juga manusia, pasti banyak salah. Nah, ada sesuatu yang waw nih pada masa itu. Paan tuh? Ya. Apalagi kalau bukan malam lailatul qodar, malam seribu bulan. Sekarang, saya akan kembali menggunakan jurus OAM untuk mengorek istilah di atas (jangan nengok ke bawah). Yang menjadi fokus kali ini bukan pada malamnya atau bulannya, tetapi pada kata yang ditengah (eh, salah. Harusnya dipisah ya. Di tengah), yaitu seribu.
Lha, setelah saya melakukan hobi saya, yaitu berkontemplasi, rupanya angka seribu itu memiliki nilai kehidupan yang banyak sekali. Gak percaya kan? Nah coba perhatikan fakta-fakta mencengangkan berikut ini.
1. Coba teman-teman buka Microsoft word atau aplikasi sejenisnya. Lalu ketik kata ‘seribu’. Tekan enter, lalu tuliskan lagi kata seribu, begitu seterusnya sampai seribu kali. Hasilnya ? Jeng! Jeng! Kita akan mendapat 1000 kata seribu. Luar biasa bukan? Pasti bukan. Hal ini mengajarkan kita pada arti sebuah kesederhanaan, apa adanya.
2. Dari satu sampai tak terhingga, di dalam bahasa Indonesia, seribu adalah bilangan pertama yang terdapat unsur “ibu” di dalamnya. Artinya apa? Bilangan ini mengawali penyebutan ibu dalam dunia bilangan. Memang benar bahwa ibu adalah seorang yang luar biasa dalam hidup kita. seperti pada sebuah lagu, kasih ibu kepada beta tak terhingga sepanjang masa. Subhanallah.
3. Seribu adalah bilangan pertama yang memiliki enam huruf. Apa yang identik dengan angka 6? Ya, rukun islam. Percaya atau tidak, sekarang rukun iman sudah disepelekan oleh orang islam KTP. Masih ingat apa rukun iman? Pertama iman kepada Allah, lalu malaikat, kitab, rosul, hari akhir, dan qada’ dan qodar. Tanpa mengamalkan rukun ini, kita tidak bisa disebut sebagai orang beriman lho. Jadi penting banget tuh selalu ingat dan mengamalkan rukun iman.
4. Coba perthatikan uang kertas seribu rupiah yang bergambar Patimura. Mungkin sudah banyak yang tahu. Perhatikan kancing baju Patimura yang kedua dari atas. Ada lambang apa itu? Ya, ada emot senyum. Hal ini mengajarkan kita akan indahnya senyuman. Bahkan ada yang mengatakan bahwa senyum adalah ibadah.
5. Angka 1000 terdiri atas tiga lingkaran dan satu garis lurus. Gambar apa saja yang bisa dihasilkan dengan bahan itu?
Gambar yang pertama adalah gambar ulat. Ulat memiliki filosofi yang luar biasa lho. Ulat harus bejuang menjadi kepompong selama berhari-hari. Puasa gak sahur gak buka. Harus ekstra kuat dan sabar. Akhirnya kesabaran itu pun membuahkan hasil yang indah, yaitu seekor kupu-kupu indah yang bisa terbang melihat indahnya dunia, walaupun kadang-kadang langsung dimakan ayam atau pemangsa lainnya. Yang jelas, hal ini mengajarkan kita akan arti sebuah perjuangan dan kesabaran untuk mencapai hasil yang indah pada masa yang akan datang.
Gambar yang kedua adalah gambar sate. Mendengar kata sate, saya teringat akan seseorang, yaitu sateria baja hitam. Dia adalah pahlawan pembela kebenaran. Berarti hal ini mengajarkan kita akan arti sebuah membela kebenaran. Selain itu ada filosofi lagi nih dari sate. Sate kan daging atau apalah yang disatukan dengan sebuah tusuk ya. Ternyata hal ini ada kaitannya dengan hidup kita. di dunia ini ada jutaan manusia, tapi ada “tusuk” yang menyatukan mereka, hal itu adalah toleransi. Super sekali kita mengetahui bahwa hal ini mengajarkan kita pada persatuan.
Dan gambar yang ketiga adalah gambar jungkat-jungkit yang seimbang. Kelihatan kan ya bahwa hal ini mengajarkan kita pada keadilan. Gak berat sebelah. Sayangnya sekarang kita sulit menemukan keadilan yang hakiki.
6. Sekarang kita pindah ke hal yang nyrempet dengan angka 1000, yaitu uang. Percaya atau tidak, uang seribuan adalah uang yang paling sering berkunjung ke masjid. Hal ini berbeda dengan uang yang lebih besar, khususnya seratusribuan yang hanya berkunjung ke tempat-tempat mewah dan penuh hingar bingar saja. Hal ini mengajarkan kita bahwa kita sebenarnya tidak dipandang dari nilai, tapi dilihat dari kebermanfaatannya. Ingat, sebaik-baik manusia adalah manusia yang bermanfaat bagi manusia yang lain.
7. Coba lihat gambar Patimura pada uang seribu kertas. Terlihat tangan kanan patimura memegang sebilah pedang. Akan tetapi yang menjadi pertanyaan adalah apakah yang dipegang Patimura di tangan kiri? Ada yang berpendapat bahwa yang dipegang di tangan kiri adalah sarung pedang. Namun anggapan ini dibantah dengan adanya kemungkinan sarung itu sudah diikatkan pada pinggangnya. Anggapan lain adalah bahwa yang dipegang tangan kiri Patimura adalah keris karena ada salah satu bagian puisi yang berbunyi “pedang di kanan keris di kiri”. Sayangnya, judul puisi itu adalah Diponegoro. Apa yang dipegang Patimura di tangan kiri ini penuh dengan misteri, melebihi misteri senyuman Monalisa. Ternyata jika diperhatikan, hidup kita juga penuh misteri lho. Sudah tahu kan ya apa saja? Pasti sudah. Kalau belum, berarti itu menjadi misteri bagi anda.
8. Sekarang kita pindah ke uang logam seribuan. Perhatikan baik-baik uang tersebut. Aneh? Ya. Coba lihat bagian yang ada nominal dan burung garuda. Tampak jelas bahwa gambar garuda lebih kecil daripada nominal. Padahal kita tahu garuda itu melambangkan pancasila, dasar negara kita. Tapi kok gambar garudanya lebih kecil daripada angka 1000? Seperti fenomena masa sekarang, uang sudah lebih berkuasa daripada nilai-nilai luhur dalam pancasila. Padahal pancasila itu dasar negara lho. Kalau dasarnya rusak, gimana yang lainnya? Ckckck. *geleng-geleng sambil goyang dumang.
9. Sekarang coba lihat pada sisi yang ada titik-titik di sekelilingnya. Setelah saya hitung, jumlah titik itu ternyata ada 121. Nah, menghitung titik-titik itu memerlukan konsentrasi, fokus, dan ketelitian yang maksimal lho. Hal ini mengajarkan kita akan pentingnya konsentrasi, fokus, dan ketelitian. Jika kita bisa menguasai tiga ini dengan baik, pasti bakal lancar deh hidup kita. Kalau sedang ada masalah, ya kita fokus dan konsentrasi pada solusi dan mengeksekusinya dengan teliti. Selesai deh masalah kita. Banyak orang yang gagal menyelesaikan masalah mereka karena mereka tidak fokus pada solusi dan malah terkesan memperkeruh keadaan dan meluaskan masalah. Lha kalau gini kapan kelar masalahnya?
10. Dan masih banyak lagi. Saya tahu teman-teman pasti memiliki pendapat sendiri tentang angka 1000. Maka dari itu, saya terbuka dengan tambahan dari teman-teman. Ini mengajarkan kita akan pikiran terbuka. Hehe.
Nah, demikianlah sedikit hasil OAM saya. Memang kata seribu memiliki banyak sekali falsafah hidup. Begitu juga dengan kata ‘malam’ dan ‘bulan’. Namun yang terpenting adalah kesatuan mereka dalam membentuk ‘malam seribu bulan’. Bisa kita bayangkan kan betapa luar biasanya malam seribu bulan? Mumpung masih ada waktu nih, banyak-banyakin ibadah, siapa tahu dapat berkah malam seribu bulan. Sekian.

Assalamualaikum. Aku terdampar di blogmu karena cerpenmu.com. btw dalem juga ya pikiran kamu.
BalasHapusangka 1000 penuh makna :D
semangat yaa menulisnya.