Postingan

(BAHASASTRA) Gue? Aku? Saya?

Jalan-jalan pergi ke taman Makan kue rasanya hambar Halo hai teman-teman Apa kabar?      Sebelum masuk ke inti pembicaraan, saya mau minta maaf dulu nih. Dalam postingan-postingan sebelumnya saya memakai kata "gue" dan menurut saya itu terlalu sok gaul. Dan di sini, mulai sekarang saya akan memperbaiki dengan kata yang lebih sopan, yaitu "saya".      Ini merupakan masalah yang tidak terlalu penting tapi tidak salah kalau dibahas. Jadi ada tiga bersaudara, "aku", "gue", dan "saya". Ketiga kata ini memiliki arti yang sama, yaitu menunjuk pada si penutur. Yang membedakan antara ketiganya adalah tingkat kesopanannya. "saya" menempati urutan paling atas yang paling sopan. Kata ini digunakan dalam percakapan resmi misalnya komunikasi antar pebisnis, komunikasi antara karyawan dengan atasan dan sebaliknya.       Lalu peringkat kedua adalah si "aku". Aku sebenarnya berasal dari bahasa Jawa yang diangkat menjadi b...

(BAHASASTRA) WQWQ

Gambar
Buah kelapa tempurungnya lebar Apa kabar?           Ye…2015 sudah datang. Tahun yang berganti harus diisi dengan sebuah perubahan yang berarti. Perubahan yang lagi saya canangkan adalah perubahan dari “wkwk’ menjadi “wqwq”           Dalam chatting sehari-hari biasanya masyarakat menggunakan “wkwk” untuk menyatakan bahwa dia sedang tertawa atau mengamini sesuatu bersifat lucu. Namun, jika hal ini dibiarkan terus menerus, maka rasa bosan pasti akan menerpa dan menerjang. Untuk itulah saya memiliki sebuah idea untuk mengubah “wkwk” menjadi “wqwq”. Sebuah perubahan untuk kehidupan yang lebih baik. Tentu semua ini bukan asal mengubah belaka. Pasti ada alasannya. Apa saja itu? 1. Mengajarkan kita tentang arti sebuah kedekatan             Perhatikan gambar berikut! Dari gambar di atas sudah terlihat jelas bahwa jarak W dengan Q lebih dekat daripada jarak W dengan K. Harapan setelah...

Minggu Tenang, Minggu Tegang

        Pergi ke Solo mau makan-makan         Halo teman-teman         Waktu gue nulis ini gue sedang berada pada suatu masa dimana masa itu beratasnamakan ketenangan namun aslinya malah menegangkan. Yak betul gue sedang berada pada masa minggu tenang. Bagi mahasiswa yang IQnya tinggi mungkin minggu tenang ini cocok untuk mereka. Namun bagi gue yang ilmunya pas-pasan, sering tidur waktu kuliah, jelas ini namanya minggu tegang.             Walaupun pelajaran di Sastra Indonesia cuma analisis kalimat, bikin puisi cerpen, nulis-nulis artikel, dan aktivitas kesastraan lainnya, namun yang namanya ujian ya pasti penuh ujian. Kadang gue berpikir apa maksud pencetus istilah ini. Mungkin pikiran mereka kalau minggu tenang, mahasiswa harus hidup penuh ketenangan seperti air yang tenang. Tapi air yang tenang belum tentu tak ada buayanya lho (wesyeh, jiwa sastranya keluar). Mahasiswa diminta untuk l...

Pembukaan

       Bang Sarkum kejedot pintu        Assalamu'alaikum Warohmatullahi Wabarokatu       Alhamdulillah blog ini bisa terjun ke dunia maya. Blog ini berisi tentang catatan keseharian seorang mahasiswa Sastra Indonesia UGM. Segala lika-liku kehidupannya akan ditumpahkan ke dalam blog ini. Dan kalau yang nulis mahasiswa Sastra Indonesia, pasti dia orang ganteng. Wqwq.          Udah ya segini aja, yang penting dengan ini blog saya nyatakan TERBUKA.         (YEEEE!!!!! *pada sorak-sorak sambil koprol ke belakang berkali-kali, berapa kali? ratusan)